Foto Kelas RB angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RB angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RB angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RB angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RC angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RA angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Kelas RA angkatan 2010 Bersama Dosen

Foto Bersama Dosen

Foto Bersama Dosen

Showing posts with label materi. Show all posts
Showing posts with label materi. Show all posts

Thursday, February 2, 2012

Tugas Kelompok Sistem Informasi

Tugas Kelompok Sistem Informasi.

Kriteria Tugas Kelompok :
Bentuk Tugas
:
PEMBUATAN MAKALAH
Sifat Tugas
:
KELOMPOK  (Max 4 Orang )
Jumlah Halaman Keseluruhan
:
35 lembar ( MINIMAL )
Perangkat Lunak
:
Microsoft Office Word, dan Power Point
Aturan Huruf
:
Times New Roman 12 dengan Spasi 1,5
Tema Karangan
:
Paparkan dengan jelas, terstruktur dan  sistematis :
Sistem Informasi Manajemen.
Sistem Informasi Keuangan.
Sistem Informasi Manufaktur/produksi.
Sistem Informasi Pemasaran.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Sistem Informasi Akutansi.
PILIH SALAH SATU dari TEMA TSB DIATAS
Body Karangan
:
1.   COVER
2.   DAFTAR ISI
3.   Isi Karangan Ilmiah yang meliputi :
  • Alasan pemilihan tema / judul. 10%
  • Latar belakang ilmiah yang mendasari tema / judul yang dipilih (landasan teoritis).  20%
  • Pembahasan tertentu / actual / khusus / spesifik yang berkaitan / berdasarkan tema / judul yang dipilih. 40%
  • Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan Pembahasan tersebut diatas. 30%
4.   DAFTAR PUSTAKA
Jumlah Gambar / Grafik
:
Dapat beruipa gambar / grafik yang besar atau yang kecil dimana ukuran dari gambar / grafik tersebut jika digabungkan / dijunlahkan tidak melebihi 25 % dari jumlah halaman tulisan.
Pengumpuulan Tugas
:
Pertemuan dan di Presentasikan
Bentuk Pengumpulan Tugas
:
Print dan Soft Copy ( dalam bentuk File ) pada media CD.



DOWNLOAD MATERI INI

Sistem Informasi Siklus hidup sistem

TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Pengembangan system informasi terbagi atas 6 tahap/fase :
1. Perencanaan sistem
2. Analisis sistem
3. Perancangan system secara umum/konseptual
4. Evaluasi dan seleksi system
5. Perancangan system secara detail
6. Pengembangan perangkat lunak dan implementasi system
    Pemeliharaan/perawatan system

1. Fase Perencanaan Sistem

Dalam fase perencanaan system:
Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan system informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi
Proyek system dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan system.



Selama fase perencanaan system, dipertimbangkan :
  


Faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya system informasi yang dikembangkan dan digunakan seperti factor kelayakan teknis, ekonomis, legal, operasional dan factor kelayakan rencana.
Faktor-faktor Strategis (strategic factor) yang berkaitan dengan pendukung system informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilali yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek system mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi. Dalam hal ini adalah factor produktifitas, factor diferensiasi dan factor manajemen.

2. Fase Analisis Sistem
Dalam fase ini :
 

Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hbungan timbale balik yang terkait dalam pengembangan system, definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kenala system, ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.


Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alas an untuk mengembangkan suatu sistem baru.
Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional system mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.


Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem, sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem menandatangani laporan perancangan secara detail.


1.  Rencana implementasi. Dalam bentuk Program and Evaluation Review Technique (PERT) Chart atau Grantt Chart
2.  Penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah laporan yang enerangkan tugas penting untuk melaksanakan implementasi system, seperti :
Pengembangan perangkat lunak
Persiapan lokasi peletakkan system
Installasi peralatan yang digunakkan
Pengujian system
Pelatihan untuk para pemakai system
Persiapan dokumentasi







 
 



DOWNLOAD MATERI INI

Sistem Informasi

Sistem : sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan
Elemen Sistem:
tujuan,
masukan,
keluaran,
proses,
mekanisme pengendalian, dan
umpan balik.

     Syarat -syarat system  

1.Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
2.Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3.Adanya hubungan diantara elemen sistem.
4.Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
5.Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.


SECARA GARIS BESAR, SISTEM DAPAT DIBAGI 2  
 
a. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ):
¨Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan - tujuannya.
Contoh :
nSistem transportasi, elemen  : petugas, mesin, organisasi yang menjalankan transportasi.
nSistem Komputer, elemen  : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data.
b. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM):
¨Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemennnya.
Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.



 Tujuan Sistem


Setiap sistem memiliki tujuan (goal)
Tujuan berfungsi sebagai pengarah sistem
Tiga tujuan utama SI (Hall, 2000):
untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen,
untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen,
untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan


Secara lebih spesifik, tujuan sistem informasi bergantung pada kegiatan yang ditangani
Bank?
Pasar Swalayan?
Toko Buku Online?

Masukan

segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses
Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa dari pelanggan).
Pada sistem informasi, masukan dapat berupa data transaksi, dan data non-transaksi (misalnya surat pemberitahuan)

Antarmuka Subsistem dalam SI
  


Penapisan, yakni membuang derau atau data yang tak berguna.
Pengkodean/pendekodean, yakni mengubah data dari suatu format ke dalam format yang lain
Pendeteksian, yakni melakukan pemeriksaan dan pembetulan kesalahan-kesalahan terhadap standar atau kekonsistensian
Penyanggatan, yakni memungkinkan dua buah sistem bekerjasama tanpa harus tersinkronisasi secara ketat. Caranya antarmuka mengumpulkan data dari satu subsistem dan kemudian memperkankan subsistem lain mengambil data tersebut
Pengamanan, yakni menolak permintaan yang berasal dari pihak yang tak berhak terhadap data dan menyediakan mekanisme proteksi yang lain
Pengikhtisaran, yakni meringkas sejumlah masukan ke dalam bentuk agregat (ringkasan)




         METODE SISTEM.
     BLACKBOX APPROACH

nSuatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi.
¨Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam ( yang menangani ) sedangkan pihak  luar  hanya  mengetahui  masukan  dan  hasilnya.  Sistem  ini  terdapat  pada subsistem tingkat terendah.
Contoh : - bagian pencetakan uang, proses pencernaan.

        ANALITYC SISTEM

nSuatu  metode  yang  mencoba  untuk  melihat  hubungan  seluruh  masalah  untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak efektifan dan biaya.
nDalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini : aa.  menentukan
a. identitas dari sistem.
-sistem apa yang diterapkan.
-batasannya.
-apa yang dilaksanakan sistem tersebut.
n


b. menentukan tujuan dari sistem.
noutput yang dihasilkan dari isi sistem.
nfungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi ingkungan.
c. bagian-bagian apa saja yg terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari masing-masing bagian tersebut.
ntujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.
ncara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem lain.
d. bagaimana  bagian-bagian  yang  ada  dalam  sistem  itu  saling  berhubungan menjadi satu kesatuan.

 
  






DOWNLOAD MATERI 1




DOWNLOAD MATERI 2